Pada postingan saya sebelumnya yang ini dijelaskan tentang etika, penerapannya dan apa yang harus diperhatikan baik bagi pembuat, pengembang maupun pengguna Teknologi Sistem Informasi, dan pada postingan kali ini saya akan menjelaskan apa yang menjadi alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi sehingga ada orang atau pihak yang merasa terganggu, lalu bagaimana menanggulangi gangguan-gangguan tersebut serta akan di tuliskan satu contoh kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi sistem informasi.

Alasan menyalahgunakan TSI?
Tidak bisa dipungkiri bahwasannya di jaman yang serba modern ini, memiliki kemajuan teknologi yang pesat bagi suatu negara adalah ukuran bahwa negara tersebut dikatakan negara yang maju. Bagi mereka yang memiliki teknologi dan informasi lah yang dapat berkuasa, maka informasi ditangan orang yang salah bisa menjadi suatu petaka. Maka, sikap atau perilaku manusia yang tidak ada puasnya biasanya akan memicu orang atau organisasi tersebut untuk menyalahgunakan TSI, tentu untuk tujuan yang dapat merugikan orang lain, baik moril maupun materil.

Penanggulangan gangguan-gangguan akibat penyalahgunaan TSI?
Penanggulangan gangguan-gangguannya tentu bisa dengan cara preventif (pencegahan sebelum terjadi) atau koersif (tindakan setelah terjadi). Melihat kemajuan terknologi yang semakin pesat, bisa dilakukan hal-hal yang bersifat preventif dengan mempelajari bagaimana suatu teknologi diciptakan dan dikembangkan, agar dapat mengetahui bagaimana kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pembuat maupun pengembang TSI sehingga diharapkan hal tersebut dapat mengembangkan sikap menghargai suatu ciptaan yang telah dibuat dengan sedemikian rumitnya dan tidak disalahgunakan untuk merugikan orang lain.
Penanggulangan secara koersif dapat dilakukan dengan menutup, melarang dan memblokir hal-hal yang sekiranya dapat mengulangi kejadian serupa agar tidak ada lagi pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Contoh kasus penyalahgunaan TSI
Kalau diurutkan satu-persatu, banyak sekali contoh kasus penyalahgunaan TSI. Saya ambil contoh Internet. Internet adalah media informasi tak terhingga dimana kita bisa tahu cuaca di Stamford Bridge saat ini sedang hujan atau tidak, tanpa harus memiliki teman orang London, Inggris atau fans Chelsea di London sana terlebih dahulu, kita dapat mengetahui segala hal dari internet dengan cepat. Sayangnya, kehadiran internet tidak disertai filter yang ketat sehingga menimbulkan celah-celah penyalahgunaan internet. Banyak konten-konten yang tidak senonoh yang dapat diakses dengan internet, tentu hal tersebut akan memberi dampak buruk bagi generasi bangsa apabila hal ini tidak difilter baik dari lingkungan keluarga, masayarakat maupun pemerintah. Banyak lagi kejahatan-kejahatan yang bisa dilakukan dengan internet, padahal jika kita menggunakannya dengan bijak, internet adalah media yang sangat mendukung dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, bukan untuk merugikan masyarakat. Mari, kita sama-sama memperbaiki yang buruk dan membuat yang baik jadi lebih baik agar tidak ada lagi penyalahgunaan TSI sebab pada dasarnya segala hal yang kita ciptakan adalah untuk kebaikan kita dan orang lain.

Etika dan Profesionalisme TSI (Tugas 2)

Posted on

Tuesday, April 21, 2015

Leave a Reply